Sejarah, Pengertian & Keutamaan Puasa Asyura 10 Muharram

Puasa Asyura sendiri hukumnya sunnat muakkad, bila diatasi di hari ke sepuluh 10 di bulan muharram serta tasu’a di hari ke-9. Bulan pertama dalam kalender Hijriyah, yakni Muharram buat tahun 1439 H sekarang ini telah jalan 6 hari. Hal tersebut menyaratkan bila tidak lama satu kali lagi tanggal 10 Muharram yang dimaksud di hari mulia bisa selekasnya datang. Yakni hari Asyura disebutnya. Hari Asyura pengertiannya yakni hari ke-10 dalam bulan Muharram.

Hari yang satu ini memiliki kelebihan di Islam. Nabi Muhammad SAW selalu berpuasa di hari itu. Tentunya puasa Asyura memiliki keutamaan sendiri. Keutamaan puasa Asyura sendiri demikian besar. Seperti hadist yang memiliki makna sebagai berikut : “Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan yaitu puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara shalat yang paling utama sesudah shalat wajib yaitu shalat malam” (HR Muslim no. 1163). Dangan lupa juga melaksanakan niat puasa asyura sebelum berpuasa di hari tersebut,

Selain itu hadits diterima dari Abu Hurairah r.a berkata “Ditanyakan orang kepada Rasulullah SAW. ‘Shalat apakah yang lebih utama setelah shalat fardhu ?’ Ujar Nabi ‘Yaitu shalat di tengah malam’. Tanya mereka lagi ‘Puasa mana kah yang lebih utama setelah bulan Ramadhan?’ Ujar Nabi ‘Puasa pada bulan Allah yang kamu namakan bulan Muharram’”. (Riwayat Ahmad, Muslim dan Abu Daud). Tentunya tidak sampai disitu saja. Ada juga hadist lainnya.

Puasa Asyura

Dari Ibnu Abbas r.a berkata “Nabi SAW datang ke Madinah dan dilihatnya orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura. Maka tanya nabi ‘Ada apa ini ?’ Ujar mereka ‘Hari baik di saat mana Allah membebaskan Nabi Musa dan Bani Israil dari musuh, hingga dipuasakan oleh Musa’. Maka sabda Nabi Muhammad SAW : “Saya lebih berhak terhadap Muda daripada kamu”. Lalu beliau berpuasa pada hari itu dan menyuruh orang agar berpuasa”. (Disepakati oleh Bukhari dan Muslim).

Puasa Asyura juga memiliki keutamaan lainnya berupa dihapurkannya dosa satu tahun yang lalu. Seperi hadist yang artinya Dari Abu Wotadah Al Asnhoriy berkata : “Nabi SAW ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah ? Beliau menjawab ‘Puas Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang’. Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa Asyura? Beliau menjawab : ‘Puasa Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu”. (HR Muslim no.1162).

Dari hadist tersebut, yang dimaksudkan dosa nya adalah dosa yang kecil seperti kata Imam Nawawi rahimahullah sebagaimana Imam Nawawi menerangkan masalah pengampunan dosa tersebut pada pembahasan tentang wudhu. Akan tetapi diharapkan juga dosa yang besar dapat diringankan dengan pelaksanaan amalan tersebut. Apabila tidak, aman tersebut dapat meninggikan derajat seseorang. Dengan keutamaan dari puasa Asyura tersebut, tentunya momen 10 Muharram 1439 H yang sebentar lagi akan tiba ini dapat dimanfaatkan secara baik oleh umat muslim untuk beribadah.