Berita Hari Ini: Mengintip ISI Banding Diajukan Tim Kuasa Hukum AHOK dan Jaksa

Berita Hari Ini Ahok

Basuki Tjahaja Purnama Alias Ahok mengakui akan utarakan banding atas vonis yang dijatuhkan kepadanya tentang penodaan agama. Akan tetapi bukan hanya Ahok, jaksa penuntut umum juga akan lakukan hal sama, yaitu utarakan banding. Ahok divonis 2 tahun penjara sesudah majelis hakim menilainya Gubernur DKI Jakarta nonaktif itu sudah melaksanakan penodaan agama. Majelis hakim juga memberikan instruksi Ahok buat ditahan.

Advertisements

Waktu ini tim kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama tengah berinisiatif buat segera memahami berkas perkara (inzage) sehubungan usaha banding yang diserahkan. Inzage dikerjakan sebelum berkas perkara di kirim Pengadilan Negeri Jakarta Utara ke Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta.

” Pengadilan itu harusnya mengirimkan surat ke kita. Kita diminta buat mengecek berkas selama 1 minggu, namun belum (ada suratnya). Meskipun belum, kita mencoba aktif menghubungi pengadilan, ” tutur anggota tim pengacara Ahok, I Wayan Sudirta, waktu dimintai konfirmasi detikcom, Sabtu (13/5) tempo hari.

Advertisements

Banding yang di ajukan tim kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama itu tentunya berisi permohonan keringanan. Mereka berasumsi vonis yang dijatuhkan terhadap Ahok terlampau berat. Diluar itu, berkas perkara banding itu ditujukan supaya permintaan penangguhan penahanan Basuki Tjahaja Purnama bisa diproses. Ahok saat ini menghuni rumah tahanan (rutan) Mako Brimob di Kelapa Dua, Depok, setelah sebelumnya berada di rutan Cipinang, Jakarta Timur.

Disamping itu, jaksa penuntut umum rupanya juga mengajukan banding atas putusan Basuki Tjahaja Purnama. Jaksa Agung M Prasetyo menyatakan upaya banding yang di ajukan tim jaksa penuntut umum perkara Basuki Tjahaja Purnama buat menguji pembuktian kualifikasi pasal. Tim jaksa masih tetap berkeyakinan Basuki Tjahaja Purnama melakukan pidana menyatakan perasaan permusuhan, kebencian terhadap golongan rakyat, sebagaimana surat tuntutan.

” Alasan banding, pertama, lantaran standard operasional prosedur. Ke-2, ada argumen lain yang mungkin saja berbeda dengan pihak terdakwa. Kalau terdakwa banding minta keringanan atau pembebasan, kalau kita lantaran kualifikasi pasal yang dibuktikan itu berbeda antara jaksa penuntut umum dengan hakim, ” tutur Prasetyo waktu dimintai konfirmasi detikcom, Sabtu (13/5) tempo hari.

Tim jaksa mendakwa Basuki Tjahaja Purnama dengan 2 dakwaan alternatif, yakni Pasal 156a huruf a KUHP serta Pasal 156 KUHP. Jaksa menyebut Basuki Tjahaja Purnama terbukti melakukan tindak pidana yang ancaman pidananya diatur dalam Pasal 156 KUHP pada dakwaan subsider. Sedangkan majelis hakim menyatakan Ahok terbukti melakukan penodaan agama sebagaimana dakwaan primer dengan Pasal 156a huruf a KUHP.

” Berdasarkan keyakinan jaksa penuntut umum berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan di persidangan, itu masalah prinsip, ” kata Prasetyo menyatakan keyakinan tim jaksa Basuki Tjahaja Purnama terbukti dalam dakwaan subsider.

Advertisements