Berita Terbaru: Hasil Sidang ke-5, Ahok Merasa Disudutkan

Selasa (10/01) kemarin, Sidang Ahok akan kembali diadakan di PN Jakarta Utara, seperti diketahui dakwaan yang diberikan kepada Ahok adalah sangka’an penistaan agama. Penasehat hukum dari terdakwa Ahok yakni Sirra Prayuna mengutarakan bahwa tidak ada persiapan yang berbeda seperti pada kasus lainnya. Sirra menambahkan bahwa hanya ada persiapan yang tidak terlalu penting, mungkin hanya istirahat yang diperlukan.

Advertisements

Dia menerangkan bahwa sidang besok tetap pada tahap pemeriksaan saksi yang berasal dari pihak jaksa penuntut umum. Besok total 6 saksi yang seluruh berasal dari JPU akan dimintai keterangannya guna membuktikan bahwa Ahok bersalah. Dari ke-6nya, 2 diantaranya merupakan saksi yang sempat akan didatangkan pada sidang kemarin, sedangkan sisanya baru dipanggil pada esok hari memberikan pernyataannya.

Kemudian untuk saksi yang akan didatangkan oleh pengacara, Sirra mengatakan hal itu masih sangat jauh untuk terjadi karena berbagai tahapan yang mesti dilalui dalam sidang ini. Lanjutnya hal ini masih tidak akan terjadi dalam waktu dekat, ini dikarenakan berbagai hal yang masih diperiksa dan baru akan dilakukan pemeriksaan.

Advertisements

Pada proses sidang yang lalu, harusnya 6 orang akan didatangkan untuk menjalani proses penarikan keterangan, namun ternyata hanya ada 4 orang yang memenuhi panggilan ini dan sisanya tidak bisa menghadiri sidang. Keempatnya adalah Habib Novel, kemudian terdapat Gus Joy, selain itu masih ada Habib Muchsin dan nama terakhir yang hadir adalah Syamsu Hilal.

Dan untuk kedua orang yang tidak bisa datang untuk menjalani tahapan persidangan diketahui adalah Muh Barhanudin dan juga Nandi Nakshabandi. Untuk Nandi sendiri menurut salah seorang dari Advokasi GNPF-MUI, beliau sudah meninggal dunia pada tanggal 7 Desember yang lalu. Sedangkan Burhanudin tidak bisa berada dalam sidang kemarin karena sedang berada dalam keadaan tidak sehat untuk memberikan keterangan.

Ahok sendiri dalam kasus yang sedang menjeratnya didakwa melalui pasal 156 A dari kitab UU Hukum Pidana yang terkait dengan penistaan terhadap agama. Ahok oleh sebagian orang dianggap sudah membuat permusuhan, dan juga kebencian atau yang termasuk dalam penghinaan terhadap suatu golongan. Maksimal hukuman yang akan diterima oleh calon gubernur nomor urut 2 ini adalah 5 tahun penjara.

Advertisements