Apa Sajakah Perihal Yang Dapat Membatalkan Puasa?

Hal yang membatalkan puasa berubah menjadi salah satunya yang butuh kita mengerti. Puasa yakni menahan diri, dari semua berkenaan yang buat batal selama seharian penuh (shubuh-maghrib diawali Niat Puasa). Puasa Ramadhan itu yaitu harus seperti pada Al-Quran yang udah jelas, al Baqarah : 183, supaya kita takwa. Selain itu dia pun mestilah dengan diawali niat, lantaran di pada hadis sejarah imam yang lima (shahih), yang penngertiannya jika kita tidak punya niat pra-fajar, jadi tak ada shaum atau tidak sah.

Sementara imam Malik menilainya jika perihal itu cukup sudah dijalankan waktu malam awal bulan saja. Seperti itu pun Ahmad dan Is-haq disalah satu riwayatnya. Malik berhujjah, sebab Shaum menjadi satu beribadah yang tidak terpisahkan, seperti menjalankan beribadah haji dan dua rakaat shalat. Berkaitan jika dikerjakan setiap malam yang mana paginya dapat menjalankan Shaum itu seperti Syafi’i dan jumhur ulama, kecuali shaum sunnah.

Namun yang pastinya dalam niat anda mestilah ikhlas, dikerjakan karena mengharapkan karidhoan Allah. Kemudian ketika menjalani Shaum anda pun mestilah mengenali apa saja yang bisa membatalkannya, dan yang merusak ibadah anda supaya tak jadi sia sia. Yang pertama dan pastinya telah diketahui semua Muslim adalah disengaja nya makan atau minum. Lain hal nya kalau saat itu anda dalam keadaan lupa, maka itu tak membatalkannya.

Hal Yang Dapat Membatalkan Puasa

Kemudian kedua adalah Senggama, yang mana harus membayar kafarat kalau anda mengerjakannya, yakni shaum diganti shaum di lain waktu enam puluh hari dengan kontinu. Jika si pelaku senggama tak mampu ia pun bisa kasih makan 60 orang tak punya. Ketiga adalah muntah yang dikehendaki. Dan Keempat adalah Haid dan nifas, yang mana shaum dibayar shaum dilain hari.

Maka dari itu dalam shaum hendaknya kita menjaga hal hal ini agar shaum kita tak batal disengaja. di bulan yang penuh banyak pahala ini adalah waktu yang tepat untuk melatih diri bersama sama untuk menggiatkan ibadah agar kebiasaan Puasa Ramadhan anda terbawa sampai bulan bulan berikutnya. Adapun untuk yang mencari niat puasa berikut ini kami suguhkan untuk anda.

Bacaan doa niat puasa Ramadhan sebulan:

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَمَضَانَ كِلِّهِ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma syahri ramadhaana kulihi lillaahi ta’aalaa

“Aku niat berpuasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Taala”

Bacaan doa niat puasa Ramadhan harian:

نـَوَيْتُ صَوْمَ غـَدٍ عَـنْ ا َدَاءِ فـَرْضِ شـَهْرِ رَمـَضَانَ هـَذِهِ السَّـنـَةِ لِلـّهِ تـَعَالىَ

Nawaitu saumagadin an’adai fardi syahri ramadhana hadzihissanati lillahita’ala

“Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa pada bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Taala”.

Niat Doa Puasa: “Siapa saja yang tidak berniat shaum sebelum fajar, maka sama sekali tidak ada shaum baginya” (HR Imam yang lima, dengan sanad yang shahih)

Hal Yang Membatalkan Puasa :

Hal Yang Membatalkan Puasa: “Siapa saja yang yang lupa padahal ia melaksanakan shaum lalu makan atau minum, maka lanjutkanlah shaumnya. Karena semata mata ia diberi makan dan minum oleh Allah” (HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’I, Ibnu Majah)

Hal Yang Membatalkan Puasa : Senggama di sisang hari ketika Shaum Ramadhan. Dari Abu hurairah, ia berkata, “Ada seorang pria datang kepada Nabi Saw lalu berkata, ‘Celaka aku ya Rasulallah!’. Nabi Saw bertanya, ‘Apa yang mencelakakan kamu?’. Maka Jawabnya, ‘aku telah menyetubuhi istriku ketika shaum  ramadhan’. Nabi Saw bertanya, ‘mampukah kamu memerdekan seorang hamba sahaya?’, maka jawabnya, ‘tidak’, Nabi Saw bertanya kembali, ‘mampukah kamu melakukan shaum selama dua bulan berturut turut?’, maka jawabnya, ‘tidak’. Nabi Saw bertanya kembali, ‘mampukah kamu memberi makan 60 orang miskin?’, maka Jawabnya, ‘Tidak’.

Pria itu pun kemudian duduk, lalu ada yang membawakan satu bakul besar berisi kurma kepada Nabi Saw. Beliau Saw besabda, ‘shadaqahkanlah ini’, maka orang yang duduk itu bertanya, ‘Apakah ada orang yang lebih miskin dari aku? Sebab, tidak ada diantar dua batu hitam Madinah (batas kota) ini, satu pun keluarga yang lebih membutuhkan shadaqah ini selain kamu’. Nabi Saw pun tertawa hingga tampak gerahamnya, kemudian bersabda, ‘pergilah dan berikanlah kepada saudaramu’ (HR bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’I, Ibnu Majah, Daruqhutni, Ibnu Abi Syaibah)