Berita Terkini: Komnas HAM Berharap, Negara Mengklarifikasi Resmi Buku “Jokowi Undercover”

Sebuah Buku Jokowi Undercover telah merusak citra dari presiden RI ini beserta keluarganya karena isinya yang tidak benar. Karena hal ini Komnas HAM menginginkan negara hadir membantu Presiden Jokowi melalui pembentukan sebuah tim khusus yang akan bertugas untuk memastikan isi buku ini. Pernyataan resmi akan sangat dibutuhkan dalam pembuktikan kebohongan buku ini, hal ini juga bertujuan mengembalikan kepercayaan public kepada Presiden RI saat ini beserta keluarganya yang mendapat banyak tuduhan.

Advertisements

Menurut Natalius Pigai yang merupakan Komisioner dari Komnas HAM mengungkapkan bahwa sebuah tim khusus harus dibuat untuk memberi klarifkasi resmi mengenai buku yang dinilai memojokkan Jokowi ini. Ahli dari berbagai bidang harus dimasukkan dalam tim ini agar dapat membuktikan asli atau tidaknya isi dari buku ini.

Tim tersebut akan melakukan tugas khusus memastikan berbagai fakta sejarah, kemudian, melihat berbagai dokumen termasuk berbagai data rahasia negara yang akan berfungsi sebagai data pendamping. Dan diikuti dengan mengambil data utama dan juga membuat investigasi yang dilakukan secara ilmiah agar fakta yang benar dapat disampaikan. Kemudian seluruh hasil yang ditemukan dapat diungkapkan secara resmi.

Advertisements

Yang terpenting adalah Presiden Jokowi dilihat sebagai seorang warga negara yang sedang difitnah oleh orang lain dan membutuhkan bantuan menghadapinya. Selain itu Natalius sangat mengapresiasi langkah pihak kepolisian yang memproses penulis dari buku ini. Tentu saja hal ini berguna agar Kepala Negara mendapat perlindungan dari segala tindak kejahatan.

Tetapi ada satu hal yang diperhatikan dengan baik yakni penilaian dari masyarakat yang menganggap adanya pelarangan kepada sebuah karya. Hal itu memang dikarenakan terlihat bahwa ada sebuah upaya menyalah gunakan sebuah wewenang yang dilakukan dalam menghalangi kebebasan dalam berekspresi. Pelarangan ini sudah tidak boleh ada seharusnya karena sudah diperjuangkan selama bertahun tahun agar setiap warga Indonesia dapat menunjukka ekspresinya sendiri.

Terakhir Natalius mengungkapkan bahwa Negara sama sekali tidak boleh memasuki hak individu yang memang sudah ada pada manusia sejak dia lahir. Tapi Negara harus mengupayakan sebuah tindakan yang profesional guna membuktikan kepalsuan dari data yang ada dalam buku tersebut.

Advertisements