Berita Terbaru: Ini Kronologi Kecelakaan Pesawat TIM Chapecoense

kecelakaan

Kronologi Kecelakaan Pesawat Tim Chapecoense – Pesawat yang lepas landas dari bolivia sekitar jam 22. 00 ini alami kecelakaan, Pesawat carteran yang ditumpangi oleh tim pesepak bola dari brasil ini terjatuh. Pesawat ini jatuh di tempat pegunungan Antioquian dengan jarak sekitar 22 mil dari Bandara Internasional José María Córdova di Medellin, Kolombia.

Advertisements

Pesawat ini jatuh di duga akibat ada kesalahan teknis oleh pilot, Sebelumnya terjatuhnya pesawat pilot pernah mengakabrkan kepada pihak bandara bila jalan kesalahan tehnis listrik dalam pesawatnya. Pesawat yang mengangkut 72 penumpang serta sembilan awak itu hilang kontak dengan otoritas udara Medellin kira-kira jam 22. 15 kala setempat.

Dari total 72 orang penumpang ini diketahui hanya 6 orang selamat, dan sembila awak pesawat diberitakan meninggal dunia termasuk staf dan pemain tim pesepak bola brasil. Hal ini menjadia luka duka yang sangat terdalam bagi para pemain bola negara lainnya. Didalam pesawat terdapat 81 orang pesepak bola, Wartawan serta crew.

Advertisements

Pesawat jatuh ketika melintasi kawasan pegunungan dalam kondisi cuaca yang sangatlah buruk. Dua pemain sepakbola selamat dalam peristiwa ini yang tak lain mereka adalah pemain belakang yakni Alan Ruschel dan kiper cadangan Jackson Follman. Hal ini diungkap oleh Otoritas penerbangan sipil Kolombia. Tim Chapecoense ini diketahui akan bertanding pada Rabu (30/11/2016). Kompetisi ini yang tak lain adalah final Copa Sudamericana, yang merupakan kompetisi antar tim paling besar kedua di Amerika Selatan, berhadapan dengan tim dari kota Medellin, Atletico Nacional.

Namun dengan adanya hal ini maka laga bakal ditunda sementara waktu. Dan hal menarik lainnya Atletico Nacional meminta agar piala kemenangan diberikan kepada Chapecoense. Kompetisi ini diketahui merupakan kompetisi terbesar dalam sejarah, Pasalnya Laga tersebut merupakan leg pertama final Copa Sudamericana, sebuah kompetisi kasta kedua di bawah Copa Libertadores di kawasan Amerika Selatan.

Dengan adanya kejadian ini mau tidak mau Brasil harus merelakan mimpinya yakni meraih gelar prestisius pertama. Hal ini diungkapkan oleh Satu diantara pendiri club, Alvadir Pelisser, yang menyampaikan pada BBC Brasil bahwa tragedi ini sudah ” memupus mimpi semua orang “. ” Kami yaitu satu keluarga. Saya terkejut, ” imbuhnya.

Advertisements