Berita Terbaru Hari Ini: Polisi Berencana Jemput Paksa Habib Rizieq di Arab Saudi

Ditetapkannya status tersangka pada Firza Husein, membuat pihak Polri berencana untuk dapat menjemput paksa Habib Rizieq yang waktu ini tengah ada di Saudi Arabia. Hal itu dipicu, HRS tidak dapat penuhi 2 kali surat pemanggilan pada dirinya dari pihak Kepolisian.

Advertisements

Sehingga, pihak Kepolisian akan mengambil aksi tegas, di mana peluang besar akan memohon pertolongan pihak Interpol guna menjemput HRS di Saudi. Padahal dalam kasus ini sendiri, HRS masih berstatus sebagai saksi. Meski, sampai waktu ini, biarpun surat perintah penjemputan HRS sudah diterbitkan. Pihak kepolisian masih belum melaksanakan upaya kerjasama dengan pihak interpol di Saudi.

Pihak dari HRS sendiri, melalui pengacaranya, Sugito Atmo Prawiro, kliennya tersebut enggan memenuhi pemanggilan dari pihak kepolisian lantaran merasa kasus yang membelitnya tersebut merupakan rekayasa dan telah dipolitisir. Meskipun begitu, pihak kepolisian masih terus mendalami kasus ini, dan meminta HRS untuk dimintai keterangan guna menyocokan dengan alat bukti yang ada. Untuk mengetahui akan dinaikan atau tidaknya status HRS merupakan kewenangan dari pihak penyidik. Untuk itu, kehadiranya amatlah penting guna menyelesaikan kasus ini.

Advertisements

“(Rizieq) belum ya. Jadi kita masih meningkatkan status FHM (Firza) dari saksi jadi tersangka,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono kala ditemui di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (16/5) kemarin. Ia pun menambahkan “Kita nantikan saja. Yang terpenting hari ini satu saksi yang kita periksa telah ditingkatkan statusnya,” ungkapnya.

Kasus ini sendiri bermula dari rekaman audio chat yang berkonten pornografi yang disinyalir dilakukan oleh FHM bersama HRS. Meski keduanya telah membantah prihal kasus tersebut, dan bahkan HRS menganggap hal tersebut merupakan fitnah besar terhadap dirinya. Namun pihak kepolisian terus mendalami kasus ini dengan memeriksa keduanya, bahkan salah satunya dinilai telah terbukti yakni FHM dan statusnya dinaikan selaku tersangkan.

HRS sendiri, sebenarnya sempat mengunjungi Kuala Lumpur guna menempuh program disertasi di Universitas Sains Islam Malaysia (USIM). Akan tetapi, HRS dikabarkan malah langsung terbang ke Saudi, bukannya pulang ke Tanah Air. Padahal, saat ini pihak kepolisian telah bersiap siap guna bekerjasama dengan pihak kepolisian Diraja Malaysia guna membawa pulang HRS ketanah Air.

Advertisements