Berita Terkini Hari Ini: BMKG Memprediksi Akan Bahaya Hujan Deras Disertai Angin Kencang

BMKG memperkirakan bakal bahaya hujan Deras yang dibarengi angin kencang yang sering kali berjalan di beberapa wilayah, terlebih di wilayah Sleman, Yogyakarta. Terpaan angin kencang itu sering kali memakai korban dan mengundang banyak kerusakan. Himbauan dari Badan Meterorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta kalau orang-orang mesti sadari serta mewaspadai sinyal tanda akan datanganya angin kencang.

Advertisements

“Ada tanda-tanda jika ada awan kelam, pekat, serta lebat. Tanda itu benar-benar berpeluang, akan berjalan momen angin kencang, ” tandas I Nyoman Sukanta yang disebut Kepala Stasiun Geofisika BMKG Yogyakarta, Jumat (13/1). Jadi karenanya, seandainya ada tanda-tanda seperti diatas dimohon orang-orang mencari tempat buat bernaung.

Mengenai kekencangan angin berkisar yaitu 25 knot atau 45 km per jam. Demikian pula dengan angin putting beliung. Akan tetapi terdapat perbedaan dari keduanya, dimana angin putting beliung mempunyai titik pusat turbulensi/ pusaran yang dipengaruhi oleh struktur geologi suatu daerah, sedangkan angin kencang tidak.

Advertisements

Nanmun, walaupun potensi peristiwa angin kencang bisa diketahui, Sukanta membeberkan, perkara puting beliung justru sukar diterka. Masalahnya angin puting beliung berkarakter amat regional dan terjadi amat cepat. Sehingga kedatangannya sukar untuk diproyeksi. “Meskipun sukar diproyeksi, terdapat sesuatu hal yang konstan dari putting beliung, yang mana momentnya senantiasa terjadi di kawasan yang sama,” tutur Sukanta. Pasalnya, seperti halnya varian angin kencang lainnya, puting beliung mempunyai alur lintasan yang sudah tentu.

Oleh karena itu, berdasarkan Sukanta, pada hakikatnya manusia tak dapat menentang kodrat yang bertentangan dengan alam semesta. Malahan yang mesti dikerjakan adalah menyepadankan antara kita dengan alam. Selain angin kencang, pihak BMKG juga memperingankan masyarakat perlu bersiap siaga dengan sederet kejadian alam lainnya.

Fenomena alam lainnya, diantaranya hujan lebat dan gelombang pasang air laut. Sukanta memaparkan, sampai tanggal 17 Januari, curah hujan di DIY dinyatakan masih terbilang intens, yakni berkisar 150 sampai 300 mm per minggu. Derasnya hujan diduga akan berjalan meliputi di semua kawasan Daerah Istimewa Yogyakarta. Sedangkan puncak arus ombak laut di perairan selatan Yogyakarta seminggu kemudian, dikisarkan antara 1,25 sampai 2,5 meter. “Oleh sebab itu, untuk masyarakat, khususnya untuk para nelayan yang hendak mencari ikan diimbau tetap siaga,” ungkap Sukanta.

Advertisements