Berita Hari Ini: Menhan Mengatakan Oknum Militer Australia Yang Menghina Pancasila Sudah Disanksi

Mengenai Oknum Militer Australia Hina Pancasila, Ryamizard Ryacudu yang menjabat Menteri Pertahanan Indonesia memastikan jika ada oknum yang tak bertanggung jawab dari pihak kemiliteran Australia yang melecehkan lambang Negara yakni Pancasila. Oknum itu berasal dari Australian Defence Force yang diduga kuat melecehkan lambing negara Indonesia.

Advertisements

Temuan ini didasarkan oleh laporan dari salah satu pelatih yang merupakan bagian dari Kopassus dan sedang melakukan pengajaran di Sekolah Pasukan Khusus yang dimiliki oleh Australia. Menhan sendiri mengungkapkan bahwa oknum itu telah mendapatkan sanksi tegas dari pihak ADF. Ryamizard berkata bahwasannya pelaku telah menerima teguran keras dan mendapat hukuman dari pihak Australia.

Menhan begitu yakin bahwa militer maupun dari pemerintah Australia tidak punya niat untuk melakukan penghinaan terhadap Indonesia. Beliau memberikan penegasan bahwa baik Australia dan juga Indonesia berusaha untuk menjaga hubungan yang sudah terjalin dengan baik sampai saat ini. Lanjutnya bahwa jangan sampai orang orang seperti ini mengganggu hubungan dari 2 negara, hal itu bukanlah hal yang baik untuk dilakukan.

Advertisements

Terkait hal itu, Menhan membenarkan akibat kejadian tersebut membuat seluruh kerja sama militer diantara TNI dan juga ADF dihentikan untuk sementara. Beliau menambahkan bahwa beliau akan segera bertemu dengan Menhan Australia untuk melakukan pembahasan khusus terkait hal ini. Walaupun sebenarnya Menhan akan menemuinya kemarin, namun dibatalkan karena Menhan Australia sedang tidak dapat ditemui.

Sebelumnya, TNI sendiri sudah memberikan surat yang ditujukan langsung kepada ADF pada 9 Desember 2016 yang lalu dan berisi mengenai penghentian dari seluruh kegiatan kerja sama militer yang dilakukan kedua pihak. Ini dimulai karena adanya pelatih dari Kopassus selama menjadi pengajar di sekolah dari pasukan khusus itu.

Ketika sedang ada dalam masa mengajar, pelatih itu telah menemukan beberapa pelajaran yang dengan jelas mejelekkan dan melecehkan TNI selama di sekolah itu. Dan juga ditambah ketika pelatih itu menemui kepala sekolah dari sekolah khusus itu guna melakukan keberatan dari materi tersebut. Ketika ada di dalam ruangan itu, pelatih kembali menemukan tulisan yang dengan jelas untuk menghina lambang negara dari Indonesia yang tidak lain adalah Pancasila.

Advertisements